Sejarah, visi misi, data umum, dan batas wilayah desa.
Desa Olung Nango merupakan salah satu desa yang terletak sekitar 5 km dari Kota Puruk Cahu, Ibu Kota Kabupaten Murung Raya. Desa ini juga dikenal dengan sebutan Desa Soko karena dialiri Sungai Soko yang jernih.
Jauh sebelum kemerdekaan Indonesia, wilayah ini telah menjadi permukiman masyarakat Dayak, terutama Dayak Siang, Murung, dan suku Dayak lainnya. Awalnya, perkampungan ini bernama Soko, yang dipercaya berasal dari nama tumbuhan rotan “Uwoi Soko” yang banyak tumbuh di sekitar sungai. Ada pula pendapat tetua desa yang menyebut bahwa Soko berasal dari kata “suku”, karena kampung ini terbentuk dari kumpulan berbagai suku Dayak.
Seiring perkembangan zaman, Kampung Soko kemudian dikenal sebagai Tumbang Nango. Setelah masa kemerdekaan, nama tersebut diubah menjadi Olung Nango. Kata “Olung” dalam bahasa Dayak Siang berarti muara, sedangkan “Nango” berasal dari nama sungai di desa tersebut. Dengan demikian, Olung Nango dapat dimaknai sebagai muara Sungai Nango.
Desa Olung Nango memiliki sejarah panjang dalam kehidupan masyarakat Dayak, termasuk keberadaan Betang dan kepemimpinan para Tomanggung. Hingga kini, nama Olung Nango tetap digunakan secara resmi sebagai identitas desa yang kaya akan nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal.
Terwujudnya desa yang maju, mandiri, transparan, dan sejahtera melalui pelayanan publik yang baik serta pengembangan potensi lokal.
1. Meningkatkan kualitas pelayanan administrasi desa.
2. Mengembangkan potensi pertanian, UMKM, wisata, dan budaya.
3. Mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.
4. Meningkatkan keterbukaan informasi desa melalui media digital.